Sabtu, 06 September 2025

MODUL 1: MATA PELAJARAN ILMU SHOROF

Buku kecil ini merupakan bahan ajar yang disampaikan pada kegiatan ngaji kilatan Libur Semester Ganjil Madarsah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama pada tahun 2012. Modul yang dibagikan kali ini adalah versi yang pertama kali ditulis. Pada tahun-tahun berikutnya, bahan ini dikembangkan dengan lebih meluaskan pembahasannya. 

(download di sini!)

Jumat, 05 September 2025

Ilmu Nahwu Sebuah Pengantar

Buku Ilmu Nahwu ini merupakan buku yang saya tulis pada tahun 2013 s.d 2014. Buku ini adalah termasuk buku yang pertama kali saya tulis selain buku Ilmu Tashrif. Buku ini sejak tahun 2014 dicetak dan telah saya sebarkan kepada para santri yang belajar ilmu nahwu kepada saya pada rentang waktu 2014 sampai dengan tahun 2023.

(download di sini!)

KAPITA SELEKTA BELAJAR & PEMBELAJARAN

Buku ini berisikan berbagai hasil penelitian kami selama rentang waktu tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 ini. Tulisan-tulisan tersebut merupakan artikel yang telah diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah perguruan tinggi. Begitu pula laporan-laporan penelitian saya yang diajukan kepada STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang. Di dalam rangka kebermanfaatan yang lebih luas, maka berbagai artikel tersebut kemudian dikumpulkan dalam suatu buku kecil ini. Tiada lain harapan kami bahwa semoga usaha ini dapat bermanfaat adanya.

(download di sini!)

Selasa, 18 Mei 2021

TAFSIR KLAUSA “وكلمته” DI DALAM AL-QUR’AN SURAH AN-NISA’, 4:171

 

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis

Download di sini!

قال الله تعالى:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا (النساء، (4):١٧١)

Artinya:

Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS. An-Nisa’ (4):171)

Jumat, 07 Mei 2021

Al-Asybah wan Nadha'ir (PDF), Kitab Induk Kaidah Fiqih Syafi'iyah

Oleh R. Ahmad Nur Kholis


Dutaislam.com - Secara umum pembahasan mengenai ushul fiqih dapat dipetakan dalam empat pokok bahasan: (1) Ushul Fiqih; (2) Qawa'id Ushuliyyah; (3) Qawa'id Fiqhiyyah; dan (4) Al-Asybah wan Nadhair. Fokus utama dari Ushul Fiqih adalah berkaitan dengan persoalan hukum seperti: (1) Sumber-sumber hukum Islam (mashadir at-tasyri’); (2) Tindakan Hukum; dan (3) Objek Hukum Islam.

Rabu, 10 Maret 2021

ANTARA LANGGHAR BHAQAF DAN SUMBER MATA AIR

 Pendahuluan

Dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam di Indonesia, selain arsitektur masjid dengan beragam fungsinya, terdapat pula beberapa bangunan yang secara fisik lebih kecil yang dalam beberapa hal bisa dikatakan sama dalam fungsinya. Dalam Masyarakat Madura, bangunan tersebut ada yang dinamakan sebagai Langghar, Kobhung, dan Bhaqaf. Kesamaan dalam fungsi ini kiranya berlangsung secara organis berada di dalam suatu kesamaan visi para pendakwah Islam di Nusantara. Beberapa dari bangunan ini telah dibahas seperti oleh Nor Hasan dalam artikelnya berjudul: “Kobhung, Bangunan Tradisional Masyarakat Madura” (2012); Kholis di dalam: “Kobhung dalam Tradisi Sosial, Agama dan Ekonomi Orang Madura” (2019), maupun yang bersifat penggalian oleh Mohsi di dalam artikelnya berjudul: “Langghar, Kophung Dan Bhaqaf; Konservasi Kebudayaan Khazanah Keislaman Madura” (2019). Kesemua penelitian ini juga mengambil latar kebudayaan dan masyarakat madura. Demikian pula kesemua penulis tersebut juga memiliki kesamaan di dalam menjelaskan fungsi kobhung di dalam masyarakat Madura yang begitu beragam. 

Rabu, 18 November 2020

CORAK PEMIKIRAN AL-GHAZALI DI DALAM ADAB AL-‘ALIM WA AL-MUTA’ALLIM

Azyumiardi Azra (1999) menjelaskan bahwa salah satu ciri-ciri Pendidikan Islam adalah kecintaan dan penghormatan yang sangat tinggi terhadap sumber Ilmu. Hal demikian ini sedemikian penting di dalam Pendidikan Islam khususnya di kalangan Ahlussunnah wal Jamaah. Kita juga melihat bahwa beberapa teoritisi pendidikan Islam seperti Az-Zarnuji di dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim-nya juga menampakkan hal yang sama. Hal demikian pula terjadi di dalam kitab Adab Al-Alim wa Al-Mut’allim. Sebuah kitab yang ditulis oleh Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari dari Jombang Jawa Timur. 

Selasa, 17 November 2020

KIAI SUMU, MASJID AL-QADIM, DAN BARONGSAI

Oleh R. Ahmad Nur Kholis 

Kiai Sumu Subhan, adalah seorang kiai di Bandungan yang merupakan generasi penerus ke sekian sesepuh Masjid Al-Qadim. Masyarakat sekitar terbiasa memanggilnya dengan Kiai Sumu. Mengenai tahun lahirnya, tidak ada yang mengetahuinya. Namun ia sudah cukup sepuh (meskipun tetap terlihat sehat walafiat) ketika wafatnya pada tahun 1999.

Senin, 16 November 2020

MENGENAL TRADISI MANAQIBAN ATAU SABELESEN DI MADURA

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd*)


Dalam kebudayaan masyarakat Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur selain peringatan Maulid Nabi Muhammad setiap tanggal 12 Rabilul Awal juga diperingati peringatan kelahiran Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang dalam catatan sejarah lahir pada tanggal 11 Rabiul Awal. Namun peringatan yang terakhir ini dilaksanakan setiap tanggal 11 setiap bulannya.

KOBHUNG DALAM BUDAYA MADURA: FUNGSI SOSIAL, EKONOMI, DAN AGAMA

 Oleh

R. Ahmad Nur Kholis*

Istilah “khobhung” dalam bahasa Madura merujuk pada sebuah bangunan kecil terbuat dari bahan yang sebagian besar adalah bambu. Bangunan kobhung ini dimiliki oleh sebagian besar—atau bisa dikatakan semua—masyarakat Madura. Bangunan ini biasanya dibangun di halaman depan rumah di bagian barat dan menghadap ke timur. Hampir semua bangunan—jika tidak boleh mengatakan semua—kobhung di Madura bentuknya menyerupai balok. Kecuali bagian atasnya yang dibuat layaknya genteng rumah pada umumnya masyarakat Indonesia.